LDB. Labuhanbatu. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu Raya lakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Labuhanbatu. Pemkab dinilai lebih peduli sepakbola dan Liga Dangdut dibanding atasi masalah yang ada.
Kekecewaan mahasiswa
yang berdemo tersebut terhadap Pemkab bahwa sudah 6 bulan
memimpin namun tidak ada
terlihat upaya yang serius untuk mengatasi
berbagai masalah yang ada. Malah sebaliknya kita seringkali melihat Bupati atau
Wakil Bupati malah terlibat dalam kegiatan yang sebenarnya kontraproduktif
dengan kondisi saat ini," kata Ketua HMI Labuhanbatu Khairil Hanif
Nasution kepada wartawan, Rabu (2/3/2022), seusai melakukan aksi tersebut.
Hanif mengatakan masyarakat Labuhanbatu saat ini
sedang dihadapkan dengan berbagai masalah yang penyelesaiannya bergantung
kepada kebijakan pemerintah. Karena itu pemerintah daerah harusnya memprioritaskan tenaganya untuk mencari solusi atas masalah
tersebut. Terlebih jika masalah tersebut juga menyangkut dengan
kebutuhan dasar masyarakat maka menurut Hanif wajib hukumnya untuk segera
diselesaikan pemerintah
"Saat ini, selain BPJS kita tidak memiliki
jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Artinya jika tidak ikut
BPJS maka masyarakat miskin yang notabene tidak memiliki uang berlebih, tidak
akan mendapat perawatan jika jatuh sakit. Hal-hal seperti ini kan mendesak,
kenapa aturannya tidak juga dirumuskan sampai sekarang. Terlebih Bupati kita
ini kan seorang dokter, selain itu pengobatan gratis juga merupakan salah satu
janji kampanyenya," ujar Hanif.
"Selain itu masalah sampah yang sudah ada
sejak beberapa tahun terakhir, sampai sekarang rencana untuk mengatasinya,
belum ada, apalagi aksinya. Lihatlah sampai saat ini sampah tetap berserakan
dimana-mana," sambungnya.
Selain dua masalah di atas, Hanif menyebut masih
banyak masalah lainnya yang juga menuntut gerak cepat Pemerintah untuk
mengatasinya. Misalnya jalan rusak yang ada dimana-mana, kelesuan ekonomi
akibat imbas pandemi, kerusakan lingkungan yang berpotensi menyebabkan bencana
alam, dan lain sebagainya.
Sementara dari berbagai kegiatan Bupati dan
Wakilnya selama ini, HMI menilai belum mencerminkan adanya upaya untuk
mengatasi masalah yang ada. Sebaliknya pasangan ini malah sibuk mengadakan
berbagai kompetisi yang bersifat hiburan.
"Selama 6 bulan ini sudah ada beberapa
turnamen bola yang diadakan dengan melibatkan Pemkab. Selain bola, Pemkab juga
kita dengar sibuk mengurusi kontes dangdut. Ada dangdut yang di kolam itu, ada
yang antar kecamatan itu," kata Hanif.
Dengan kondisi yang ada di atas, Hanif mengatakan HMI sebenarnya sudah berupaya menyampaikan secara langsung kepada Bupati Erik Adtrada Ritonga. Namun Erik tidak menanggapi permintaan audiensi mahasiswa tersebut.
"Ya cara terakhir dengan turun ke jalan lah. Mudah-mudahan ini didengarkan. Karena kalau tidak didengarkan kita pasti akan turun lagi, dengan kekuatan massa yang lebih besar," tegas Hanif.
Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar yang menerima aksi unjuk rasa mahasiswa ini mengatakan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan mendengar masukan dari mahasiswa ini. Dia mengajak mahasiswa untuk ikut bersama-sama membangun Labuhanbatu.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kamal Ilham mengatakan pemerintah saat sedang menyiapkan aturan penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu. Nantinya surat ini akan diberikan kepada warga miskin untuk mendapatkan layanan medis secara gratis.
"Saat ini itu sedang digodok. Realisasinya mungkin akan dilaksanakan akhir tahun," pungkasnya. sd(86)









